Klik NTB - Berita Indonesia Hari Ini | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Even Begasingan Se- Pulau Lombok Akan di Gelar di Lotim

LMND Lotim Rayakan HARLAH LMND di Pendopo Bupati Lombok Timur
Juli 11, 2022

KLIKNTB.COM, Lombok Timur – Dalam upaya melestarikan warisan tradisi dan budaya begasingan, kelompok yang menamakan diri “tunggal galih” asal kelurahan Denggen, kecamatan Selong, kabupaten Lombok timur, akan mengadakan even se-pulau Lombok nanti pada tanggal 22 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 22 Oktober 2022.

Ketua panitia, Lalu Guruh Aprianto didepan awak media, Senin (18/07), mengatakan bahwa, ajang turnamen ini, tujuannya, selain melestarikan nilai tradisi, seni dan budaya, sekaligus juga dijadikan ajang silaturahim oleh para penggiat hobi yang sama,

“Dan kebetulan juga, kelompok tunggal galih” ini selaku tuan rumah pernah menyabet gelar juara pertama di ajang “dewamopon cup” di kabupaten Lombok tengah dengan hadiah seekor sapi” tambahnya.

Karena menjadi tuan rumah, even ini disebut oleh panitia dengan sebutan “tunggal galih cup”.

Melalui ajang ini pula akan berlaga peserta dari seluruh pulau Lombok di lingkungan batu mulut, kelurahan Denggen, mulai tanggal 22 Agustus 2022 untuk merebut total hadiah 15 juta rupiah.

Para peserta terdiri dari tim yang beranggotakan maksimal 10 orang dengan katagori gansing bawah seberat 2 kilo gram dan gansing atas 2,3 kilo gram, dengan uang pendaftaran 500 ribu rupiah.

“Pendaftaran untuk masing-masing tim itu cuma 500 ribu rupiah”tuturnya.

Turnamen seperti ini, meskipun bukan kali pertama, tapi tetap di minati oleh penggiat begasingan yang tersebar di semua kabupaten, khususnya di pulau Lombok, dengan komunitas terbesar ada di kabupaten Lombok timur.

“Kemungkinan yang ikut dalam turnamen ini adalah kabupaten Lombok barat dan kabupaten Lombok tengah, dengan menggunakan sistem kompetisi penuh untuk 4 pul dalam merebut 16 besar” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa pentas tradisi begasingan ini bukanlah sekedar hobi semata, namun ia melihat aktivitas ini mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat sekitar, seperti pengerajin gansing dan pedagang yang berjualan di sekitar even berlangsung.

Untuk itu, ia berharap ke-depan gelaran tradisi begasingan ini bisa menjadi even rutin tahunan Dinas pariwisata kabupaten maupun provinsi.

“Bila perlu di patenkan sebagai tradisi budaya Lombok dan di promosikan sebagai salah satu ikon warisan budaya suku Sasak, jangan sampai setelah di akuisisi oleh negara luar, baru kita teriak-teriak protes” tegas mantan stapsus bupati lotim ini, mengakhiri pembicaraannya.(klik)

Pasang Iklan