Klik NTB - Berita Indonesia Hari Ini | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Harga Tomat Anjlok, Stafsus Gubernur: Benahi Pola Tanam Dan Kita Dorong Produksi Saos

Bahas Industri Unggulan Kabupaten, Sekda Lotim Silaturahmi Ke Disperin NTB
Juli 1, 2021
Kapolda NTB Bersama HMI Meninjau Multiplier Effect Perhelatan WSBK Terhadap Pembangunan NTB
November 16, 2021

KLIKNTB.COM, Lombok Timur – anjloknya harga tomat pada tahun ini menuai kekecewaan para petani tomat. Bukan Tampa alasan pak Sadikin seorang petani tomat organik asal sakra barat terpaksa merusak tanaman tomat miliknya akibat anjloknya harga tomat di pasaran.

Hal ini disampaikannya pada awak media ini sembari menunjukkan tomat-tomat yang siap panen di ladang miliknya pada hari Minggu (32/10). Bahkan rencananya tomat-tomat tersebut akan dirusak buntut dari harganya yang anjlok di pasaran.

“Tomat-tomat saya ini murni organik pak, Tampa ada unsur kimia didalam perawatannya, tapi saat ini, mau kimia mau organik sama saja tidak ada harganya dipasaran” keluhnya.

Pada situasi tersebut, Sadikin juga mengaku tidak merasakan perhatian dari pemerintah untuk memberikan solusi agar para petani tomat tidak tidak terus merugi.

“Mestinya pemerintah hadir pada situasi seperti ini untuk memberikan kami solusi, kalau begini caranya, kami merasa tidak punya pemerintah yang berupaya membimbing kami dan memperhatikan kami” ujarnya dengan nada kecewa.

Sehingga kondisi inipun ditanggapi pada hari yang sama melalui WhatsApp oleh Mulyadi staf husus pengawalan program gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menyoroti lemahnya pola tanam serta kreasi dan inovasi di bidang industri pertanian.

“Pasar kita terbuka tapi belum di manajeman dengan baik, mestinya sudah mulai saat ini teman-teman yang menanam tomat dengan pengaturan waktu sehingga dia mendapatkn harga yang menguntungkan” tulisnya.

Disebutnya juga situasi yang di alami petani tomat saat ini adalah tanggung jawab bersama sembari menyarankan agar petani tidak mengikuti kehendaknya sendiri demikian juga dengan pemerintah, disarankan untuk membuat kebijakan pola tanam.

“Yang mestinya terfikirkan hari ini, kita harus buat ruang kreasi seperti: 1. Membuat sendiri Saos tomat (buat pabriknya), 2. Pasar kuliner kita juga harus kuat, 3. Ada juga camilan dari tomat (manisan tomat, kurma tomat)” papar Mul.

Hal tersebut, lanjutnya, di aktualisasi dengan mendorong produksi tomat ataupun lainnya dengan harapan kedepan akan muncul industri olahannya yang dikerjakan oleh anak-anak muda. “Anak muda harus berani terjun di industri ini dan Kami akan mengawal penguatan alat produksinya” paparnya, meyakinkan.

“Di kecamtan terara sudah kami dorong anak-anak muda untuk produksi saos tomat dan mesin juga suda kita bantu, meski belum maksimal” tutur Mul.

Kondisi ini, lanjutnya lagi, masih harus di kuatkan dengan mengantisipasi produksi berlimpah dengan mengkreasikan tomat basi atau busuk dapat diolah menjadi pupuk cair.

Sedangkan untuk saos tomat, menurutnya, pasar sudah sangat terbuka, tinggal maslah rasa dan penampilan yg harus lebih kuat Termasuk kelemahan kita sebagai pelaku industri karena rasa lebih kepada  ke khasan masing-masing kita.

“InsyaAllah akan kita coba dorong teman-teman dinas perindustrian untuk lebih kuat mendorong maslah produksi ini, mulai dari : 1. Latih rasa, 2. Kemasan, 3. Alur distribusi (bersama dinas perdagangan), Tapi sebelum kita melibatkan semua dan petani harus menunjukkan ke khasan produknya sehingga kita pada posisi menguatkan” tutupnya.(klik)

Pasang Iklan