Klik NTB - Berita Indonesia Hari Ini | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Lintas Generasi NWDI Merespon Statement Zulhas Terkait “Amin” dalam Sholat

Kelas Prebungking Mafindo NTB di Lembah Hijau Ijobalit
Oktober 12, 2023

KlikNTB.LombokTimur – Lintas Generasi Nahdlatu Wathan Diniyah Islamiyah (Liga NWDI) DKI Jakarta merepson Statement Zulhas di acara Asosiasi Pedagang Pasar seluruh Indonesia (APPSI) yang mengundang atensi publik.

Pasalnya Zulhas sudah terlalu jauh mengomentari ruang-ruang ritual ibadah yang di hubungkan dengan politik (muamalah). Padahal kata Amin dalam sholat itu tidak ada kaitannya dengan AMin (Red: Anies-Muhaimin)  yang kebetulan menjadi peserta kontestasi Politik.

“Jadi saat sholat maghrib baca al fatihah waladholin. Ada yang diem sekarang pak, ada yang diem. Saking cintanya sama pak Prabowo,” ungkap pria yang juga sebagai Menteri Perdagangan, yang dikutip dari akun X @ARSIPAJA.

“Padahal sudah jelas di riwayatakan Dari Abu Hurairah RA,  Nabi bersabda: “Apabila imam mengucapkan amin, ucapkan pula amin. Orang yang ucapan aminnya bertepatan dengan aminnya malaikat diampuni dosa-dosanya yang terdahulu” ungkap Koordinator LIGA NWDI Jakarta, Amaq CS yang juga Ketua Liga NWDI di Jakarta, Rabu, 20 Desember 2023.

Zulhas melanjutkan pernyataannya terkait (tahiyatul akhir) tasyahhud dalam sholat yang tidak lagi menjulurkan satu telunjuk jari, melainkan di peragakan dengan dua jari, sebagaimana terlihat di video yang tersebar.

Statement beliau sayarat dengan simbol-simbol dukungan politik yang sangat tidak beretika. Bagi ummat islam. Bahwa sholat adalah satu aktivitas ritual  yang dilakukan dalam keadaan bersuci, jauh dari noda dan cela, Ppernyataan zulhas ini menihilkan kesucian Ibadah itu sendiri.

Liga NWDI berharap agar semua Tokoh, baik yang berlebel Kyai, Akademisi, Lebih-lebih Politisi yang memeiliki banyak pengaruh agar berhati-hati dalam berstatement. Begitu juga dengan pasangan Capres-cawapres untuk lebih mengontrol diri terhadap komentar-komentar yang tidak perlu.

Ide dan gagasan kita bernegara 5 tahun kedepan jauh lebih penting sebagai konsumsi publik yang bagian dari mencerdaskan proses demokrasi  daripada hanya sekedar dapat algoritma Viral dan Populis.

“Penting bagi kita semua untuk menjaga kondusifitas kita dalam berenagara. Terlalu mahal kedamaian kita berbangsa kalau hanya di gadaikan dengan kepentingan politik siklus 5 tahunan ini”. Ungkap Amaq CS.*

Pasang Iklan