Klik NTB - Berita Indonesia Hari Ini | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Minta Pasar Hewan di Buka, Perwakilan Peternak dan Saudagar Sapi Bertemu Kadis Peternakan

Inilah Besaran Anggaran Subsidi Energi-Nonenergi Untuk UMKM,  Keluarga Miskin dan Petani
Juli 1, 2022
LPKSM-NTB Ingatkan PT Sinar Mas Finance Cabang Lotim Berkata Jujur dan tidak mencekik Nasabah
September 29, 2022

KLIKNTB.COM, Lombok Timur – Peristiwa Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) Pada hewan yang menghebohkan tanah air yang menimbulkan berbagai reaksi ditengah masyarakat tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Timur . Kali ini,  masyarakat  perwakilan peternak sapi dan H. Masyhur selaku Kepala Dinas Peternakan  Kabupaten Lombok Timur menggelar pertemuan di kediaman SARBINI salah satu anggota DPRD LOTIM Pada selasa (02/08).

Terlihat Burhanuddin dari Desa Pringgasela Timur mewakili para peternak dan para saudagar sapi menyampaikan harapan dan keluh kesah  terkait kondisi dan dampak PMK

“Kami sangat berharap kepada kepala  dinas peternakan kabupaten lombok timur untuk membuka secepatnya pasar hewan yg ada di masbagik agar para peternak di Lombok timur ini bisa memasarkan hewan ternaknnya, karena sudah hampir 3 bulan pasar hewan di tutup karena adanya wabah virus PMK, dan pencabutan status penutupan pasar ini tidak ada kejelasannya sehingga masyarakat sangat kebingungan untuk memasarkan hewan ternaknya”. Ucapnya

Ia juga menegaskan bahwa merasa miris melihat perekonomian masyarakat peternakan yang semakin anjlok..

“Saya sangat kasihan melihat keadaan para peternak dan para saudagar sapi yang tidak bisa memasarkan hewan ternaknya, akibatnya keadaan ekonomi para peternak dan saudagar sapi saat ini sangat anjlok” ibanya

Di tempat yang sama  H Masyhur yang didampingi oleh jajaran dan DRH Hultatang serta kepala pasar hewan masbagik dalam pertemuan tersebut memaparkan bahwa permasalahan ini ditangani oleh satgas yg dipimpin olek Sekda dan BNPBD lombok timur dan sudah masuk menjadi kategori bencana,

“sapi kita di lombok timur masih ada yang belum terjangkit sehingga itu yg dihawatirkan supaya tidak tertular penyakit PMK. selain itu kami juga masih berpegang pada surat edaran menteri, surat edaran pemprov dan kabupaten terkait penutupan pasar hewan” tegasnya

DRH Hultatang pada kesempatan ini juga menyampaikan saat ini sedang berlangsung kegiatan vaksin, di kecamatan pringgasela sudah diturunkan 1200 vaksin geratis

“jadi peternak kami harap supaya para peternak tidak menolak untuk divaksin hewan ternaknya demi kesehatan hewan ternaknya. ini juga menjadi pedoman kami untuk membuka pasar hewan, jiga sudah sampai 80% hewan ternak divaksin maka pasar hewan bisa dibuka kembali”

Lanjut ia katakan pasar hewan kita di Lombok Timur juga tidak bisa mengesampingkan asal hewan yg akan diperjualbelikan di pasar hewan,

“hewan ternak ini bisa berasal dari lombok tengah, lombok barat, lombok utara, sehingga penanganan kasus PMK ini juga perlu kita koordinasi dengan pemerintah provinsi NTB” jelasnya

Terakhir , dalam pertemuan ini kepala dinas peternakan mengungkapkan rencanya yang ingin menjadikan pasar hewan masbagik sebagai mall hewan sesuai harapan Bupati lombok timur.(klik)

Pasang Iklan