Klik NTB - Berita Indonesia Hari Ini | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Keadilan Gender dan Situasi Perempuan di saat Pandemi

DPD JAMAN NTB : Jokowi Tolong Gigit Kakan BPN Lotim, Segera Batalkan Sertipikat di Hutan Sekaroh
Agustus 28, 2020
Pelajaran Dari PDAM Lombok Timur, Sebuah Perpektif Menuju Good Corporate Governance.
Mei 19, 2021

Penulis: Nurul Utami (Sekretaris DPD JAMAN NTB)

Pandemi covid 19 membuat perempuan semakin terpuruk  baik secara ekonomi maupun secara psikis dan fisik. Situasi yang membuat panic ini menjadi bertambah setelah bulan ke 7 pasca pertama kali Covid 19 di nyatakan mulai menyerang Indonesia per 3 maret 2020 yang lalu. Banyak kasus kekerasan yang ditemui dan terjadi, tidak hanya menimpa perempuan bahkan laki laki dan anak anak. Namun yang akan dibicarakan saat ini focus pada kekerasan terhadap perempuan .

Perempuan dalam pandangan masyarakat adalah makhluk Tuhan yang diciptakan dari tulang rusuk laki laki, manusi yang diciptakan dan dilahirkan dengan Fitrahnya sebagai manusia yang berjenis kelamin perempuan. Di  NTB khususnya anggapan itu sangat kental dan menjadi bagian pemikiran yang tak terpisahkan dengan pemikiran Patriarkhi. Perempuan yang dianggap sebagai makhluk Tuhan yang harus dilindungi oleh jenis kelamin lainnya yaitu Laki laki.

Perempuan supaya bisa masuk surga harus taat dan patuh pada suaminya sebagai pemimpin dalam rumah tangganya. Dipandang dari sisi  ketauhidan , pernyataan ini erat kaitannya dengan nilai nilai kepatuhan seorang hamba. Menyamai patuhnya kepada sang pencipta,seolah olah perempuan tidak akan masuk surga bila tidak taat pada suaminya.

Untuk menjadi istri atau anak perempuan yang baik maka perempuan harus taat dan jujur kepada suaminya,orang tuanya (khususnya Laki laki). Praktek praktek dehumanisasi ini sudah tutun temurun berlangsung dan berjalan bahkan sampai saat ini.Perempuan harus menurunkan derajat Ketuhanannya kepada Manusia lainya yang berjenis kelamin laki laki (dalam hal ini suaminya). Perempuan diharuskan melayani.

Padahal seharusnya ,kewajiban seorang makhluk Tuhan yang diciptakan di muka bumi adalah “melayani Penciptanya,menyembahnya”, bukan melayani ciptaan Allah.  Artinya meletakkan perempuan itu tidak bebas dalam bertuhan.Padahal dalam pandangan KeIslaman bahwa puncak agama adalah kemanusiaan ,menurut pandangan Nurcholis Madjid atau yang lebih dikenal dengan  “Cak Nur”Agama menanamkan bahwa setiap manusia  itu adlah Fitrah atau suci,dalam pemahaman bahwa kesucian itu berlaku sama bagi laki laki atau perempuan,artinya sudah ada pemahaman sensifitas gender dalam ajaran keagamaan Islam.

Kebebasan seorang perempuan untuk sampai kepada hamba yang ber tuhan ,ber Illah, tidak dibatasi oleh ciptaan Tuhan yang disebut manusia yang berjenis kelamin yang berbeda. Seolah olah ketaatan seorang perempuan kepada Tuhannya, dapat diwakilkan kepada laki laki, dengan cara mentaati nya. Ketaatan kepada suami representasinya mewakili Allah . Hamba yang bertaqwa adalah hamba yang merdeka

Untuk sampai kepada insan yang bertaqwa maka tidak ada pilihan selain menegakkan salah satu nya adlah menegakkan keadilan dan kejujuran

Ideologi tentang perempuan menurut budaya ini adalah “Merumah tanggakan Perempuan” yang dikembangkan di era sebelumnya (era Orba). Pandangan pandangan yang dikembangkan tidak memberikan pandangan kritis tentang situasi perempuan, Dehumanisasi terhadap Perempuan terjadi bila : Menurunkan derajat ketuhanannya kepada manusia,dan ketidak bebasan perempuan.

Pandangan lain terhadap Makhluk ciptaan Allah yang disebut perempuan begini, Perempuan itu dilahirkan Fitrah,dan ketika berumah tangga maka dia harus taat kepada suaminya agar masuk surga. Akibat dari pandangan pandangan ini,maka tidak bisa ditampik bahwa banyak sekali peristiwa atau kejadian ,kalau boleh disebut Kasus atau tindakan yang mendiskreditkan dan merendahkan perempuan, yang selanjutnya ke tahapan ketidak adilan terhadap perempuan yang menyumbang banyak kasus kekerasan terhadap perempuan. Ceramah ceramah atau pengajian yang tidak menyinggung situasi kritis perempuan juga sangat jarang dilakukan oleh penceramah penceramah handal apalagi oleh penceramah yang belum dihitung dan diperhitungkan.

Contoh kasus , Nikah Muda adalah bagian dari Dehumanisasi ,kenapa sekarang banyak sekali terjadi ?. Karena adanya “Panik Moral” dalam menghadapi kemajuan kemajuan dan perubahan perubahan yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh berbagai sebab. Orang tua terutama laki laki akan lebih memilih menikahkan anaknya yang masih dibawah umur daripada memilih untuk mendidiknya atau memberikan bekal keilmuwan dalam membangun rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah seperti yang selalu di ajarkan oleh penceramah maupun saat khutbah nikah bagi pasangan yang dinikahkan, orang tua dan masyarakat yang patriarkhi tidak memandang bahwa kesiapan mental atau psikis dan fisik perempuan dalam pernikahan menjadi bagian dari keberhasilan dalam membangun sebuah rumah tangga dan reproduksi perempuan menjadi terabikan. Penyebab adanya panik moral salah satunya adalah kemajuan tekhnologi dan informasi ,maupun adanya perubahan pandangan hidup. Nikah muda Bisa juga terjadi karena pemikiran perempuan sendiri karena situasi panik moral itu sehingga respon perempuan terhadapnya menjadi “seolah olah mendukung pemikiran patriarki” akibat dari kondisi-kondisi tertentu.Contohnya ketika pemikiran yang menganggap dirinya menjadi “beban secara ekonomi bagi keluarga” sehingga memutuskan menikah dan beban itu berpindah kepada orang lain.

Kasus lainnya adalah erat kaitannya dengan Proses pemiskinan Agraris. Ini juga menjadi masalah terbesar bagi penyumbang angka kemiskinan khususnya perempuan ,dituding sebagai penyebab utama terjadinya kekerasan . Namun berdasarkan hasil hasil penelitian berbagai organisasi dan perorangan baik lembaga pemerintah maupun Lembaga non pemerintah menyatakan bahwa penyumbang kemiskinan terbesar adalah pemiskinan Agraria. Feminisasi kemiskinan anak anak dan perempuan yang di cari menjadi buruh adalah anak anak dan perempuan,karena dianggap bisa dibayar dengan harga murah dan tidak mengancam.  Pemiskinan ini terjadi di banyak wilayah ,bahkan sebagai pembanding di daerah diluar NTB, hasil penelitian di satu Kabupaten disebutkan ada 10 Desa yang mengalami pemiskinan Agraris. Bagimana dengan diwilayahnya kita NTB. Sangat banyak ,bahkan sampai aktivis aktivis pembebasan Agraria sering meneriakkan nya dan menggedor bahkan membuka mata pemerintah agar berpihak kepada rakyat  yang dimiskinkan tersebut.

Apalagi sekarang di situasi dan Kondisi Pandemi Covid ini,situasi  Kritis bagi perempuan menjadi lebih banyak dan lebih besar.Kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat. Aparat penegak hukum pun banyak mengatakan di berbagai media kita baca dan lihat juga dengar banyak kasus kejahatan yang menjadi korbannya adalah perempuan,anak. Begitupun di rumah tangga.Angka perceraian semakin Tinggi,kekerasan dalam Rumah tangga semakin meningkat dan banyak lagi situasi yang menyebabkan perempuan dan anak menjadi “Korban” karena situasi kritis perempuan tidak menjadi bagian perjuangan dari sebagian besar kita. Contohlah di RPJMN sampai RPJMDes saja adakah secara spesifik merencanakan ini ,bila pun ada persentase nya sangat kecil,apalagi untuk alokasi anggarannya. Begitupun Bila dilihat secara eksplisit di Anggaran Daerah apalagi ke desa. Bahkan di output dan out come pembangunan target target yang diharapkan masih sangat jauh dari penyelesaian persoalan menangani situasi Kritis ini. Untuk menyelamatkan ekonomi saat Pandemipun Perempuanlah yang menjadi ujung tombak , di sektor ekonomi, NTB dianggap berhasil mengatasi persoalan ekonomi di saat Pandemi dengan program peningkatan peran UMKM,namun mari kita lihat pelaku UMKM sebagian besar adalah perempuan. Sudah adilkah kita terhadap pencari nafkah keluarga yang berjenis kelamin perempuan ini ?jawabannya ada pada kita masing masing.

Harapan terbesar kita semua adalah Pembangunan untuk seluruh Bangsa Indonesia dapat diwujudkan memerlukan kesepahaman dan perjuangan bersama semua elemen masyarakat. Untuk berjuang bersama mewujudkan nya diperlukan kesepahaman bersama,baru kemudian merencanakan aksi bersama.

Pasang Iklan