Klik NTB - Berita Indonesia Hari Ini | Untuk Pemasangan Iklan Hubungi 081915618200

Petugas Razia Dishub Lotim Terkesan Menunggu Pengendara Nego Daripada Terbitkan Surat Tilang

Irjen Dedi Prasetyo: Kecelakaan Mudik Tahun Ini Menurun Dibandingkan Tahun Lalu
Mei 4, 2022
Era Ahok, Bareskrim Amankan Aset Senilai Rp 700 Miliar
Juni 10, 2022

KLIKNTB.COM, Lombok Timur – Pantauan awak media ke lokasi Razia gabungan yang berlokasi di jalur dua, jalan pancor menuju Gelang kecamatan Selong pada hari Selasa (31/05) sekira pukul 12.30 wita, terlihat para petugas melakukan razia yang terkesan menunggu para pengendara melakukan nego ditempat ketimbang menerbitkan surat tilang kepada pengendara.

Salah seorang pengendara asal Masbagik yang tidak mau disebut namanya di lokasi menuturkan kepada awak media mengaku tidak memiliki Surat Izin Mengendara (SIM). Ia beralasan bahwa SIM yang dibuatnya sampai saat ini belum di terbitkan oleh pihak ditlantas polres Lombok timur.

“SIM saya sampai saat ini belum jadi-jadi, tapi tetap juga kita salah” tuturnya dengan nada kesal.

Sedangkan pengendara roda empat lainnya ditempat yang sama mengaku belum diberikan surat tilang dengan alasan yang tidak jelas, “saya pajak telat tapi belum juga berikan surat tilang” ujarnya.

Dia beralasan masih belum beranjak dari lokasi karena menunggu bosnya yang akan datang dan menduga akan menyelesaikan dengan jalan nego pakai uang.

“Paling ujung-ujungnya mereka minta uang” tuturnya dengan suara keras.

Saat dikonfirmasi kepala dinas perhubungan Farida Apriani via telpon,  mengenai perilaku anak buahnya tersebut, ia berkilah kalau anak buahnya sedang memeriksa surat-surat kendaraan, setelahnya ia menyerahkan telpon ke kepala bidang darat purwadi Untuk menjelaskan.

Dalam penjelasannya Purwadi mengatakan razia tersebut dilaksankan gabungan dengan ditlantas polres Lombok timur. Disampaikannya juga bahwa dalam razia tersebut anak buahnya menangani mobil sedangkan polantas menangani motor.

“Mungkin karena jumlah petugas terbatas sehingga para pengendara terlihat menunggu, sehingga itu bukan menunggu nego” pungkasnya.

Namun atas temuan tersebut ia berharap sebagai evaluasi untuk anggotanya dan berjanji akan mengumpulkan anggotanya agar perbuatan tersebut tidak terulang lagi.

“Nanti kami kumpulkan semua anggota untuk melakukan lakukan evaluasi dan berharap ke depan kejadian tersebut tidak terulang lagi” tutupnya.(klik)

Pasang Iklan